data informasi

Kualitas dan Fungsi Informasi

Diposting pada

Pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang pengertian informasi yaitu sekumpulan data, kenyataan, atau bentuk yang diolah agar dapat memiliki kegunaan, baik untuk sumber pengetahuan maupun sebagai dasar pengambilan keputusan bagi individu dan atau organisasi yang menerimanya.

Kualitas Informasi

Kualitas informasi menurut Teguh Wahyudi (2004) sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh tiga hal pokok, yaitu relevansi, akurasi dan ketepatan waktu. Berikut makna dari masing-masing hal pokok tersebut, yaitu:

1. Relevansi

Informasi dikatakan berkualitas jika memiliki relevansi dengan kebutuhan pemakainya. Pengukuran nilai relevansi dapat dilihat dari jawaban atas pertanyaan “bagaimana informasi digunakan untuk pemecahan masalah atau pengambilan keputusan?” Informasi dikatakan relevan jika dapat memberikan manfaat bagi penerima yang kemudian memakainya. Relevansi informasi bagi satu orang dan orang lainnya akan berbeda-beda, misalnya informasi tentang hasil penjualan barang kurang relevan bagi manajer teknik, dan hanya relevan bagi manajer pemasaran.

2. Akurasi

Sebuah informasi disebut akurat jika informasi tersebut tidak bias atau menyesatkan, dan jelas maksudnya. Akurasi informasi dapat dipelihara atau terganggu oleh beberapa hal, yaitu:

Baca juga:  Mewujudkan Cita-Cita Negara Pancasila

Pertama adalah kelengkapan informasi, yaitu informasi yang merupakan satu kesatuan utuh dan menyeluruh, mencakup seluruh hal yang berkaitan. Informasi yang terpecah-pecah akan menghasilkan pengambilan keputusan yang tidak tepat, dan melemahkan kemampuan mengontrol atau memecahkan masalah.

Kedua adalah kebenaran informasi yang dapat dilihat dari kesesuaian informasi dengan perhitungan-perhitungan dalam proses pembuatannya. Contohnya adalah, informasi tentang total gaji untuk seorang pegawai haruslah benar dan memuat perhitungan-perhitungan matematis tentang semua komponen dalam gaji seperti tunjangan, potongan dan sebagainya.

Ketiga, yaitu keamanan informasi. Keamanan informasi dapat tergambar dari jawaban atas pertanyaan: “apakah informasi hanya sampai pada pengguna sistem yang dituju?” Artinya informasi yang ditujukan untuk pihak tertentu hanya dapat diakses oleh pihak yang memang menjadi tujuannya.

3. Tepat Waktu

“Secepat apa masukan (input) dapat ditransformasikan menjadi keluaran (output) yang tepat?”adalah pertanyaan untuk menguji ketepatan waktu sebuah kegiatan pengolahan mengubah data menjadi informasi yang dimaksudkan. Informasi yang berkualitas adalah informasi yang tercipta tepat waktu sehingga dapat digunakan untuk membuat keputusan dengan cepat. Ketepatan waktu ini juga digunakan untuk menentukan berapa harga (price) sebuah informasi.

Baca juga:  Persepsi Dukungan Keadilan Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja

Komponen lain yang juga banyak digunakan untuk menentukan kualitas informasi oleh para ahli antara lain adalah: Ekonomis, yaitu banyak atau sedikitnya biaya dan sumber daya yang digunakan untuk mengumpulkan dan mentransformasi data menjadi informasi.

Efisiensi, yaitu bahwa informasi yang diciptakan tepat dan sesuai bagi kebutuhan pengguna sehingga tidak ada data yang terbuang percuma. Kemudian informasi disebut berkualitas jika dapat dipercaya. Kepercayaan ini bisa dibangun dengan cara memilih sumber-sumber data yang sudah dikenal, legal dan dijamin keasliannya.

Akurasi informasi dapat dipelihara atau terganggu oleh beberapa hal, yaitu: kelengkapan informasi, yaitu informasi yang merupakan satu kesatuan utuh dan menyeluruh, kebenaran informasi yang dapat dilihat dari kesesuaian informasi dengan perhitungan-perhitungan dalam proses pembuatannya, keamanan informasi yang berarti bahwa informasi yang ditujukan untuk pihak tertentu hanya dapat diakses oleh pihak yang memang menjadi tujuannya.

Fungsi Informasi

Fungsi utama informasi, dalam konteks sistem informasi, adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan mengurangi ketidakpastian dari pengguna. Informasi yang disebarluaskan kepada pengguna merupakan hasil masukan (input), data, proses, dan luaran (output) dalam suatu model keputusan.

Baca juga:  3 Jurus Menangkal Hoaks Versi Kemenkominfo

Informasi memberi masukan kepada pembuat keputusan untuk mempertimbangkan kemungkinan risiko pada beberapa tingkatan. Dalam suatu pengambilan keputusan yang kompleks, informasi hanya dapat meningkatkan kemungkinan yang pasti, dan mengurangi variasi pilihan.

Fungsi utama informasi lainnya adalah menyajikan suatu standar, aturan pengukuran, dan aturan keputusan untuk penentuan dan penyebaran umpan balik sebagai proses kendali.

Perlu ditegaskan bahwa sistem informasi hanya dapat menyajikan informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan dan informasinya formal, serta dapat dihitung. Dalam istilah umum, suatu sistem informasi dipakai pengguna untuk informasi formal tentang masalah organisasi yang memberi pengguna pada tingkat manajemen di atasnya pendugaan terhadap seluruh kejadian, dan terhadap hasilnya.

Referensi:

Wahyudi, Teguh. (2004). Sistem Informasi: Konsep dasar, analisis desain dan implementasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

 

Kualitas dan Fungsi Informasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *