Apakah White Balance itu dalam fotografi?

Diposting pada

Dalam pelajaran dasar fotografi Anda mungkin akan diajari pengertian dan rumus Segitiga Exposure terlebih dahulu. Shutter Speed, Aperture dan ISO merupakan elemen penting sebagai penyaring cahaya untuk kemudian di citrakan. Namun salah satu pelajaran untuk pemula yang tidak kalah penting adalah soal pengertian White Balance.

Kemungkinan dibanding dengan Shutter Speed, Aperture dan ISO, istilah White Balance justru lebih dikenal atau minimal Anda pernah membacanya. Karena pada kamera ponsel sampai poket juga tertera opsi White Balance. Jadi simak ulasan lengkap artikel tentang White Balance disini.

Pengertian White Balance

White Balance adalah merupakan sebuah istilah dalam dunia fotografi untuk menunjukan kalibrasi poin berwarna putih. Atau bisa juga diartikan sebagai pengaturan mengenai intensitas warna dari foto yang akan dihasilkan. Tujuan utama penggunaan White Balance murni hanya untuk mengatur warna saja, khususnya warna netral agar diupayakan hasil foto tampil seperti aslinya.

Setting White Balance tidak terpengaruh kepada cahaya yang akan masuk ke kamera. Beruntunglah karena di masa teknologi digital sekarang ini Anda bisa dengan mudah mengatur dan memiliki opsi White Balance langsung dari kamera, khususnya dari menu program. Berbeda ketika masih era fotografi film dimana White Balance harus ditentukan pada penggunaan film.

Baca juga:  Ukuran Standar Dalam Cetak Foto

Untuk mengganti White Balance berarti harus mengganti rol film didalamnya. Lagipula pada masa itu rol film hanya tersedia dalam 2 jenis White Balance, yakni daylight dan tungsten. Sedangkan bila ingin menggunakan warna lain, Anda harus menggunakan filter tambahan.

Preset White Balance

White Balance biasanya terdiri dari beberapa pilihan, dan Anda tentu bisa menggunakannya dalam situasi apapun sesuai selera dan yang terpenting adalah sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini daftar preset White Balance yang sering ada di kamera digital, khususnya DSLR:

1. Auto

Sering disingkat AWB, yakni salah satu preset White Balance yang paling populer digunakan. Mengapa? Sudah jelas ini adalah Auto dimana kamera akan mencoba menentukan sendiri mana keseimbangan warna yang pas. Preset ini memang praktis tetapi tidak untuk setiap situasi, apalagi untuk area pemotretan dengan cahaya yang rumit seperti saat sunset, sunrise, area indoor dengan lampu berwarna.

Baca juga:  Pilih Kamera DSLR Canon atau Nikon?

2. Flourescent

Untuk preset ini disimbolkan dengan logo lampu neon, karena memang dikhususkan untuk digunakan pada area indoor dengan cahaya utama berasal dari neon. Mode Flourescent digunakan untuk menyeimbangkan cahaya ‘dingin’ (biru) agar warna bisa lebih ‘hangat’ (kekuningan).

3. Daylight

Dari namanya mungkin Anda sudah bisa menebak bahwa penggunaannya untuk area outdoor dengan sinar matahari sebagai sumber cahaya utama. Memang benar, untuk itulah preset ini disimbolkan dengan gambar matahari. Siang hari dan langit berwarna biru sangat cocok menggunakan preset ini.

4. Cloudy

Hampir sama dengan Daylight, tetapi Cloudy penggunaannya untuk situasi siang hari, tidak terlalu cerah, berawan atau bahkan mendung. Foto yang agak pucak dapat sedikit teratasi dengan preset bersimbol awan ini.

5. Tungsten

Simbolnya adalah bulatan lampu bohlam, jadi Anda bisa menggunakannya saat berada di ruangan dengan sumber cahaya berwarna kuning dari bohlam. Tungsten akan membuat efek warna ‘dingin’ pada area yang didominasi warna ‘hangat’.

6. Flash

Preset yang ke enam adalah preset White Balance Flash. Sudah dipastikan ini adalah preset yang cocok digunakan saat Anda memanfaatkan lampu kilat kamera. Flash akan menaikan suhu warna yang dingin akibat penggunaan Flash. Simbolnya adalah kilat.

Baca juga:  Shutter Speed Adalah Yang Terutama Dalam Fotografi

Preset White Balance

Pada dasarnya pengaturan White Balance sesuai rekomendasi dari preset bukanlah suatu kewajiban yang harus diterapkan oleh fotografer. Tidak ada yang salah dalam White Balance karena semua tergantung keinginan fotografer dan ini adalah soal selera. Anda bisa menggunakan Cloudy pada sumber cahaya bohlam, atau bisa dengan Tungsten padahal sedang dibawah terik sinar matahari.

Setting dengan bilangan Kelvin

Selain bisa diatur dengan preset diatas, ternyata untuk beberapa kamera professional White Balance bisa diatur menggunakan bilangan Kelvin. Bilangan mulai dari 1.000 K yang berwarna oranye serta sedikit kemerah-merahan (hangat) dan sampai 10.000 dengan warna biru muda (dingin).

Tips

Cobalah untuk menggunakan preset sesuai dengan rekomendasinya, dan lihat hasilnya. Kemudian Anda bisa menggunakan preset yang tidak sesuai dan lihat hasilnya. Ini bukan hukum tetap, namun Anda bebas memanfaatkan preset White Balance agar dapat menghasilkan foto dengan warna yang Anda suka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *