Aperture atau bukaan dalam fotografi

Kupas Tuntas Aperture atau Bukaan Dalam Fotografi

Diposting pada

Jika Anda sudah memahami tentang Shutter Speed, maka selanjutnya adalah bagaimana memahami tentang Aperture atau bukaan. Bagi yang masih awam dengan fotografi mungkin istilah ini cukup asing, tetapi begitu sangat penting untuk dipahami.

Melalui Aperture pula cahaya yang masuk ke dalam sensor kamera akan diatur seberapa yang pas. Jika ingin melihat secara fisik, alat sebagai pengatur Aperture adalah diafragma melingkar yang berada dikomponen lensa. Jadi Anda tidak akan menemukannya di bagian body kamera.

Diafragma seperti yang dijelaskan diatas berbentuk melingkar dengan terdiri dari plat-plat logam sekitar 7-8 lembar yang dapat dibuka lebar dan dikecilkan. Sebagai catatan, diafragma bisa dikecilkan namun tidak dapat ditutup hingga rapat. Sederhananya Diafragma bertindak mengembang dan menyempit hampir persis seperti pupil di mata manusia.

Aperture Sebagai Nilai Bukaan

Jika Diafragma adalah komponennya yang bisa dibuka lebar dan mengecil, maka nilai bukaan dari diafragma di istilahkan dengan Aperture (bukaan/focal ratio). Aperture akan dilambangkan dengan bilangan dimana bilangan tersebut bakal menunjukkan korelasi antara panjang fokus lensa terhadap tingkap. Masing-masing lensa tentu memiliki bilangan Aperture berbeda-beda.

Baca juga:  Shutter Speed Adalah Yang Terutama Dalam Fotografi

Sebagai contoh untuk lensa kit kamera DSLR pada umumnya memiliki focal length 18-55mm dengan angka Aperture maksimal f/3.5, f/4, f/5.6, f/6.3, f/8, f/10sampai f/18, f/20, f/22, f/25, f/32. Jadi bukaan terbesar dilambangkan dengan f/3.5 dan terkecil adalah f/32.

Nah, penting untuk diketahui bahwa semakin besar diafragma membuka maka angka akan mengecil, dan semakin kecil diafragma membuka maka angka Aperture akan semakin besar. Ada beberapa jenis lensa yang memiliki bilangan Aperture kecil yang artinya diafragma membuka sangat lebar, bisa mencapai f/2.8, f/1.8, f/1.4, f/1.2 bahkan sampai f/1.0.

Biasanya lensa dengan bukaan sangat besar adalah lensa prime/fix atau memiliki focal length tetap (tidak dapat di zoom). Lensa-lensa tersebut memiliki harga relatif mahal.

Pengaruh tingkat bukaan

Jadi Anda sudah paham bukan bahwa semakin kecil angkanya, maka semakin besar bukaannya. Dan semakin besar angkanya, maka semakin kecil bukaannya. Kemudian yang lebih penting apakah pengaruh dari tingkat bukaan? Karena ini akan berdampak langsung pada hasil foto.

Pertama adalah pengaruh tingkat bukaan pada cahaya, dimana semakin besar bukaan diafragma sudah pasti akan semakin membuat banyak cahaya masuk atau intensitas cahaya semakin besar. Dan jika bukaan semakin kecil maka akan memungkinkan sedikit cahaya yang masuk.

Baca juga:  Inilah Kelebihan Flash Eksternal Dibandingkan Flash Internal

Bukaan besar sangat cocok digunakan pada saat Anda berada di area yang minim cahaya seperti indoor (bukan gelap), sedangkan bukaan kecil lebih cocok digunakan di outdoor dimana ada banyak cahaya. Terkecuali Anda menggunakan peralatan lighting lengkap, bukaan kecil bisa saja digunakan. Jadi aturlah Aperture sesuai kondisi, keadaan dan intensitas cahaya di area sekitar.

Kemudian selain berpengaruh pada cahaya yang masuk ke sensor, ternyata ada pengaruh lain dari besar kecilnya Aperture yakni Depth of Field (DOF) atau kedalaman ruang. Anda akan mendapatkan kedalaman ruang tipis jika menggunakan lensa dengan bukaan besar sampai f/2.8, f/2.0, f/1.8 dan seterusnya.

Ya, DOF yang tipis membuat foto lebih berdimensi karena pada fokus subjek terlihat tajam namun disekitarnya baik background maupun foreground akan terlihat blur. Sebagai contoh Anda berfoto bersama 3 orang dibelakang Anda dengan bukaan besar f/1.8. Fokus ditunjukkan pada wajah Anda kemudian 3 orang dibelakang akan blur. Terkesan dimensi, unik dan lebih terlihat seni.

Baca juga:  ISO Sebagai Pengukur Kepekaan Sensor Kamera Terhadap Cahaya

Untuk bukaan besar sangat cocok untuk foto portrait, foto fokus tunggal, dan sebagainya.

bukaan besar sangat cocok untuk foto portrait

Bagaimana jika  penggunaannya dengan bukaan kecil? Dengan nilai Aperture f/5.6 keatas sampai f/20, f/22 hingga f/32 memungkinkan foto akan memiliki DOF luas. Anda tidak akan mendapatkan foto yang blur di setiap sisi. Penggunaannya sangat cocok untuk sesi pemotretan grup, landscape dan pemotretan dimana Anda ingin mendapatkan ketajaman merata. Jadi itulah mengapa pentingnya Anda mengetahui tentang Aperture agar tidak asal mengatur bilangan.

bukaan-kecil-sangat-cocok-untuk-foto-landscape

Setting bilangan

Sayangnya setiap kamera memiliki pengaturan bilangan Aperture yang berbeda-beda. Sebagai contoh kamera DSLR Nikon kelas semi-pro keatas mempergunakan dial khusus dibagian depan (dibawah tombol Shutter).

Sedangkan Nikon kelas menengah ke bawah menggunakan tombol Aperture disamping tomvol Shutter kemudian memutar dial belakang. Untuk Canon ada yang memanfaatkan select pada layar/indikator untuk diposisikan ke pengaturan Aperture dan diubah dengan dial diatas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *