Persepsi Dukungan Keadilan Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja

kepuasan kerja

Sebuah organisasi perlu memberikan perlakuan adil bagi karyawannya dan diharapkan muncul persepsi dukungan organisasi pada karyawan secara optimal sehingga meningkatkan kepuasan kerja karyawan yang dapat mempengaruhi peningkatan kinerja organisasi.

Persepsi dukungan organisasi merupakan keyakinan karyawan mengenai sejauh mana organisasi menilai kontribusi mereka dan memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Karyawan yang merasakan adil dalam organisasi memberikan dampak pada persepsi karyawan terhadap dukungan organisasi.

Persepsi dukungan organisasi adalah persepsi karyawan terhadap organisasi yaitu sejauh mana organisasi menilai akan kontribusi mereka dan peduli dengan kesejahteraan mereka. Persepsi dukungan organisasi diasumsikan dapat menjadi mediator pada hubungan antara keadilan organisasi dan kepuasan kerja dengan penjelasan teori dukungan organisasi.

Keadilan Organisasi

Keadilan organisasi adalah persepsi adil oleh seseorang terhadap atasan maupun organisasinya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa keadilan organisasi sebagai kunci utama terhadap beragam faktor yang mempengaruhi attitude karyawan, misalnya kepuasan kerja, turnover intention dan komitmen organisasi. Juga untuk perilaku karyawan misalnya innovative work behavior, organizational citizen behavior, serta performance bekerja.

Keadilan organisasi dibagi menjadi 4 dimensi yaitu

  1. Keadilan distributif adalah tingkatan dimana penerimaan sesuai dengan kontribusi yang diberikan.
  2. Keadilan prosedural adalah tingkat dimana prosedur dilihat secara fair.
  3. Keadilan interpersonal adalah keadilan dalam proses interaksi interpersonal.
  4. Keadilan informasional adalah keadilan dalam pemberian informasi.

Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja adalah evaluasi positif atau negatif yang dilakukan individu mengenai pekerjaannya baik secara keseluruhan maupun hanya aspek pekerjaannya.

Aspek-aspek pekerjaan yang dimaksud meliputi gaji, promosi, supervisi, tunjangan tidak langsung, penghargaan atas kinerja dan prestasi, kondisi kerja, sifat pekerjaan, rekan kerja dan komunikasi dalam organisasi. Hasil dari hasil evaluasi aspek pekerjaan tersebut mempengaruhi perilaku karyawan dalam perusahaan .

Kepuasan kerja dapat dipengaruhi dari dua faktor yaitu faktor individu dan faktor organisasi . Pengaruh faktor individu antara lain karakteristik kepribadian, gender, usia dan kesesuaian individu dengan pekerjaan. Sedangkan pengaruh dari faktor organisasi antara lain organizational identification, working environment, leadership style, job crafting, persepsi dukungan organisasi, keadilan organisasi.

Pengaruh Persepsi Dukungan Organisasi Pada Karyawan

Pesatnya kemajuan teknologi menjadi salah satu penyebab persaingan antar perusahaan yang semakin ketat dan perusahaan perlu memastikan keberlangsungannya dalam jangka panjang, antara lain dengan memastikan kepuasan pihak-pihak yang berada dalam suatu perusahaan, salah satunya adalah karyawan.

Karyawan yang merasa puas berada dalam suatu perusahaan adalah menilai positif lingkungan kerjanya, menyukai pekerjaannya, bereaksi positif terhadap gaji, tunjangan yang diterima dari perusahaan maupun kesempatan promosi yang tersedia serta merasakan interaksi yang baik dengan atasan maupun rekan kerja.

Saat karyawan merasakan kepuasan kerja yang meningkat, karyawan diharapkan merasa nyaman bekerja dalam perusahaan, serta bereaksi positif yang dapat mempengaruhi performa kerjanya mengarah pada membantu pencapaian visi dan misi perusahaan.

Sebaliknya saat karyawan merasa tidak puas maka karyawan dapat cenderung untuk bereaksi negatif antara lain mengajukan keluhan, peningkatan ketidakhadiran bekerja atau ke arah keinginan untuk mengundurkan diri.

Dalam mewujudkan keberhasilan perusahaan meningkatkan kepuasan kerja karyawan, salah satunya berkaitan dengan faktor organisasi yaitu perilaku organisasi untuk berlaku adil dalam proses operasional dan proses pengambilan keputusan yang memengaruhi kesejahteraan serta keadilan bagi karyawan dalam menunjang tercapainya keberhasilan perusahaan.

Karyawan yang mempercayai bahwa perusahaan memperhatikan kesejahteraan karyawannya dan berlaku adil kepadanya, maka terdapat kepuasan kerja bagi karyawan tersebut

Karyawan yang merasa mendapat perlakuan adil dari organisasinya akan memiliki respon positif dan merasa puas, sebaliknya karyawan yang mempersepsi mendapatkan ketidakadilan dalam organisasi akan merespon negatif karena merasa tidak puas.

Karyawan menilai penerimaan yang diperoleh dari perusahaan tergantung pada karakteristik karyawan tersebut, dan ketika karyawan mempersepsi baik dukungan organisasinya maka dapat membantu meningkatkan kepuasan kerjanya.

Sementara itu, saat perusahaan memberikan perlakuan menyenangkan bagi karyawan antara lain dapat memenuhi kebutuhan socio-emotional, peningkatan program performance-reward dan ada bantuan darurat dari perusahaan saat diperlukan, membuat karyawan merasa didukung dalam lingkungan pekerjaan sehingga berdampak tingkat kepuasan kerjanya.

Saat karyawan melihat adanya penyediaan pelatihan yang sesuai, resources serta dukungan manajemen pada perusahaannya maka karyawan berusaha untuk berperan dalam kesuksesan perusahaannya.

Semakin positif persepsi karyawan terhadap dukungan organisasi maka karyawan akan bekerja semakin efektif dan berdampak karyawan merasa puas terhadap gaji yang diterima, pekerjaan, promosi dan menikmati bekerja dengan atasan maupun rekan kerjanya.

Dengan harapan mampu meningkatkan kepuasan kerja bagi karyawan yang berdampak terhadap produktivitas perusahaan, maka tujuan penelitian ini dilakukan untuk melihat peran keadilan organisasi terhadap kepuasan kerja dengan persepsi dukungan organisasi sebagai mediator.

Saat karyawan menilai faktor-faktor yang dapat memberikannya kesempatan untuk pengembangan diri tidak tersedia, dan kurang adanya penghargaan yang dapat memotivasi dirinya maupun dari penilaian terhadap kondisi kerja dan dukungan dari atasan, maka karyawan cenderung menilai kurang puas terhadap pekerjaannya, dan dapat mendemotivasinya karena menilai perusahaan tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka

Karyawan yang mempersepsi adanya perlakuan adil dari organisasinya dan merasa mendapat dukungan dari perusahaannya maka akan merasa senang terhadap pekerjaannya, puas terhadap promosi maupun imbalan yang diterima dari perusahaan, serta menikmati bekerja dengan atasan maupun rekan kerjanya.

Referensi:

  • Spector, P.  Job Satisfaction: Application, Assessment, Causes and Consequences. 1997.Thousand Oaks, CA. Sage Publications.
  • Colquitt, J. A.  The Oxford Handbook of Organizational Psychology. 2012. New York, US: Oxford University Press

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *