Cara Ketahui Debu Mikro pada Kamera DSLR Anda

debu mikro pada kamera DSLR

Apakah Anda mengalami masalah pada hasil foto? Bukan soal teknik, namun soal gangguan kecil dalam foto, contohnya adalah terlihat ada spot gelap yang konsisten dari satu foto ke foto yang lain.

Bukan salah satu subjek, namun memang ternyata gangguan sepele yang sedikit mengganggu. Spot gelap yang dimaksud bisa jadi karena kamera anda dihinggapi debu.

Pentingnya kebersihan kamera, bukan hanya badan kita saja. Marilah kita belajar untuk mendeteksi keberadaan debu pada sensor kamera DSLR anda.

Kenapa bisa ada debu sampai sensor?

Debu pada sensor sebenarnya merupakan hal yang lumrah kalau anda sudah lama memiliki kamera seperti halnya bagaimana buku pada lemari yang ternyata berdebu. Namun yang perlu diketahui adalah bagaimana debu bisa sampai nyangkut sampai ke dalam sensor kamera? Ada beberapa cara debu bisa masuk ke sensor:

1. Pertama adalah mengenai mekanisme lensa yang berputar saat zooming dan focusing. Saat berputar debu yang menempel di lensa dapat tersedot dan akhirnya jatuh ke sensor kamera.

Baca juga:  Spesifikasi yang Membuat Harga Lensa Jadi Mahal

2. Kedua adalah karena putaran pada poin diatas berarti 2 elemen bergesekan, kemungkinan dapat muncul serpihan dan serpihan tersebut jatuh ke sensor.

3. Jika Anda memiliki lebih dari satu lensa, debu kemungkinan masuk saat proses mengganti lensa. Untuk itulah berhati-hati dalam mengganti lensa.

Debu atau dust ini sebenarnya tidak melulu mengotori sensor kamera DSLR, ada beberapa elemen lain yang sebenarnya mungkin terkotori seperti bagian luar kamera.

Namun hal yang terburuk adalah apabila debu sampai hingga di sensor karena kalau sensor sudah kotor maka kotoran ini akan selalu muncul serta terlihat secara visual pada setiap foto, apalagi jika kita sedang menggunakan bukaan aperture kecil, f/10 kebawah,akan sangat jelas.

Debu pada lensa relatif mudah dibersihkan sementara debu pada lensa butuh treatment lebih lanjut saat fitur dust cleaning dalam menu di kamera tidak berhasil menghilangkannya.

Baca juga:  Inilah Kelebihan Flash Eksternal Dibandingkan Flash Internal

Beberapa hal yang perlu diketahui juga adalah Ukuran dan penampakan partikel debu berubah seiring dengan perubahan aperture.

Jadi jika anda menggunakan bukaan besar, kemungkinan debu tidak akan terlihat seperti f/1.8, f/2.8 sampai f/5.6.

Namun saat anda menggunakan aperture kecil, maka dimungkinkan debu langsung terlihat. Aperture kecil misalnya f/10 kebawah: f/11 – f/22.

 

Cara Ketahui Debu Mikro pada Kamera DSLR Anda

You May Also Like

About the Author: Lentera Digital

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *